Kamis, 23 Desember 2010

Laporan pendahuluan gangguan rasa nyaman nyeri

LAPORAN PENDAHULUAN
ASUHAN KEPERAWATAN 
DENGAN GANGGUAN RASA NYAMAN NYERI


A.     Pengertian
Nyeri adalah suatu perasaan tidak menyenangkan yang sangat tidak mengenakkan yang hanya dapat dirasakan oleh orang yang mengalaminya.
Nyeri adalah pengalaman sensori  yang tidak mengenakkan yang diakibatkan oleh kerusakan jaringan actual (brende. 1998)
Nyeri adalah persepsi sensori dari rangsangan psikis maupun lingkungan yang di interprestasikan oleh otak yang menimbulkan reaksi terhadap rangsangan tersebut (urginia bruke, 1993)
B.     Etiologi
Penyebab nyeri diantaranya karena truma, neoplasma dan peradangan.
Beberapa bentuk nyeri :
      Nyeri akut
Biasanya berkaitan dengan cenders spesifik, nyeri akut terjadi mendesak secara singkat, terjadi dalam jangka waktu 1 sampai 6 bulan.
2.      Nyeri kronik
Nyeri kronik adalah nyeri konstan yang menetap sepanjang suatu periode yang terjadi dalam jangka waktu yang lama, lebih dalam 6 bulan.
Faktor yang mempengaruhi nyeri :
·        Umur
·        Jenis kelamin
·        Etnik dan budaya
·        Lingkungan
·        Ansietas

C.     Patofisiologi
Struktur spesifik dalam syaraf terlibat dalam mengubah rangsangan menjadi sensori nyeri yang terjadi dalam tranmisi dan persepsi nyeri tersebut sebagai sistem nosisepri sensitivitas dari komponen sistem nosisepri dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor dari berbeda individu, tidak semua orang terpaku terhadap stimulus yang sama.
D.     Manifestasi klinis
Nyeri akut dan kronis adalah nyeri yang terjadi ketika individu mengalami adanya rasa tidak nyaman yang hebat atau sensasi yang tidak menyenangkan.
E.      Tahapan-tahapan nyeri
Tahapan-tahapan nyeri dapat di gambarkan dengan skala nyeri sebagai berikut :
1.      0          : tidak ada nyeri
2.      1          : nyeri seperti gatal, kesetrum dan nyut-nyutan
3.      2          : nyeri seperti melilit atau kesetrum
4.      3          : nyeri seperti perih atau mulas
5.      4          : nyeri seperti keram atau kaku
6.      5          : nyeri seperti tertekan atau bergerak
7.      6          : nyeri seperti terbakar atau tertusuk-tusuk
8.      7          : sangat nyeri tetapi masih bisa dikontrol oleh klien dengan aktifitas yang dilakukukan
9.      10        : sangat nyeri dan tidak dapat dikontrol oleh klien
F.      Penatalaksanaan
·        Mengatasi kedaruratan medis yang terjadi
·        Memberikan pendidikan kesehatan
·        Merencanakan tindakan selanjutnya
G.     Diagnosa keperawatan
Menurut nanda ada beberapa macam diagnosa keperawatan yang terkait dengan nyeri :
1.      Ansietas berhubungan dengan nyeri tidak hilang
2.      Nyeri yang berhubuingan dengan cidera fisik, trauma, penurunan suplai darah ke jaringan atau proses melahirkan
3.      Nyeri kronik berhubungan dengan jaringan parut, kontrol nyeri yang tidak adekuat
4.      Ketidakberdayaan yang berhubungan dengan maligna kronis
5.      Ketidak koping individu berhubungan dengan dengan nyeri kronik
6.      Hambatan mobilitas berhubungan dengan nyeri muskuloskeletal
7.      Hambatan mobilisasi berhubungan dengan nyeri insisi
8.      Defisit keperawatan diri berhubungan dengan nyeri muskoloskeletal
9.      Disfungsi seksual berhubungan dengan nyeri artitis panggul
10.  Gangguan pola tidur berhubungan dengan nyeri panggul bagian bawah
H.     Intervensi
·        Kaji faktor-faktor yang dapat menurunkan toleransi nyeri
·        Kurangi atau hilangkan faktor-faktor yang dapat meningkatkan nyeri
·        Kolaborasikan dengan klien untuk menentukan metode mana yang tepat digunakan untuk mengurangi intensitas nyeri
·        Kolaborasi dengan dokter pemberian obat analgesik yang tepat
·        Kaji respon klien terhadap obat-obat pereda nyeri
·        Berikan informasi kepada klien setelah nyeri hilang atau berkurang
·        Lakukan penyuluhan kesehatan sesuai indikasi

Daftar pustaka
Brende, 1998. “ fundamental keperawatan”. Jakarta
Urgina, bruke. 1993. “ perawatan nyeri”. Jakarta: EGC

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar